Cara Mengatasi elementor error 500 Internal server

Penyebab paling umum yang sering ditemui pada masalah 500 Internal Server Error ini karena rusaknya file htaccess, script timeout, PHP version yang tidak support, file permission yang salah, themes, plugin dan penyebab dari versi WordPress yang tidak kompatibel.

Agar Anda lebih cepat menemukan penyebab masalah 500 Internal Server Error, Anda perlu mengingat-ingat kembali apa yang Anda rubah terakhir kalinya.

1. Cek Plugin dan Themes

Plugin-WordPress
Plugin-WordPress

Plugin dan themes yang ada pada WordPress juga sering menyebabkan masalah error 500. Biasanya error terjadi setelah dilakukan update atau install plugin dan themes baru. Saat melakukan install atau update usahakan satu persatu, sehingga kalau terjadi masalah bisa terlihat mana yang jadi penyebab utamanya.

Selain itu tidak disarankan menggunakan plugin atau tema versi beta atau tahap pengembangan, karena biasanya versi ini masih banyak ditemui permasalahan.

Jika masih belum ketemu, disarankan Anda menonaktifkan plugin dengan login terlebih dahulu ke akun cPanel hosting Anda. Untuk caranya bisa dilihat dibawah ini:

  • Login ke akun cPanel hosting Anda, biasanya user dan password disertakan saat pembelian hosting.
  • Setelah masuk, silahkan cari File > File Manager
File-Manager-cPanel
File-Manager-cPanel
  • Pilih root domain Anda kemudian cari file public_html > cari nama domain/subdomain yang kamu install > wp content > Themes/Plugin
Folder WP Content
Folder WP Content
  • Rename dengan menambahkan –disabled untuk memudahkan pengecekan
Menonaktifkan plugin wordpress
Menonaktifkan plugin wordpress
  • Lakukan bergantian satu persatu sampai ketemu.

2. Cek File htaccess

Sama seperti pembahasan error 403 dan error 404, htaccess menjadi salah satu file yang harus dicek apakah htaccess yang menjadi permasalahan utamanya atau atau bukan.

Untuk mengetesnya silahkan Anda rename file htaccessnya jadi .htaccess1 atau terserah Anda. Selanjutnya coba buka blog Anda apakah sudah normal atau belum.

Save-pada-permalinks
Save-pada-permalinks

Jika sudah silahkan Anda login ke dashboard WordPress kemudian seting permalink kemudian save.

3. Menambah PHP Limits

Ada kemungkinan error 500 karena hosting terlalu berat untuk melakukan load plugin, themes, script dan konten. Untuk itu bagi Anda yang menggunakan WordPress jangan asal melakukan install plugin dan themes yang memberatkan hosting, cukup install seperlunya saja.

Selain itu ada cara lain yaitu dengan menambahkan memori dan php values pada file .htaccess. Silahkan Anda masukan baris script coding berikut ini:php_value upload_ax_filesize 128M
php_value post_max_size 128M
php_value max_execution_time 300
php_value max_input_time 300
php_value memory_limit 256M

Setelah itu jangan lupa untuk save dan coba apakah sudah bisa normal kembali atau belum.

4. Mengubah PHP Version

Plugin-plugin WordPress yang terbaru saat ini membutuhkan PHP versi terbaru, jadi jika sampai muncul 500 Internal Server Error bisa jadi karena plugin bermasalah karena tidak kompatibel dengan versi PHP.

Silahkan Anda masuk ke akun cPanel Anda dan cari PHP Version, yang ada pada bagian Software > Select PHP Version.

php version cPanel
php version cPanel

Jika sudah coba blog Anda apakah sudah normal atau belum.

5. Update Versi WordPress

WordPress Update
WordPress Update

Selain plugin, theme dan php, ternyata versi WordPress juga bisa menjadi penyebab error 505 WordPress. Jika ada pemberitahuan update versi WordPress terbaru, segeralah lakukan update yang biasanya akan tampil pada menu dashboard bagian pojok atas.

Nah demikian pembahasan mengenai cara tercepat mengatasi 500 internal server error di WordPress. Jika semua langkah sudah Anda lakukan dan masih saja menemui error 505, maka cobalah meminta tolong kepada tim teknis dari penyedia hosting Anda. Carilah penyedia jasa hosting yang memiliki support 24 jam selama 7 hari.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *